This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

Profesionalisme Wartawan Infotainment

Setiap bentuk informasi yang kita dapat dari media-media massa, tentunya itu tidak lepas dari jasa seorang wartawan. Entah itu informasi mengenai politik, hiburan, dan lain sebagainya.

Wartawan bertugas untuk mencari dan menyebarkan berita sesuai dengan fakta yang terjadi dan kaidah-kaidah jurnalistik. Lalu bagaimana dengan wartawan yang bergerak di bidang infotainment yang selalu menyajikan berita-berita sensasional dan terkadang melanggar kaidah-kaidah serta kode etik jurnalistik.

Sebelum kita melangkah lebih jauh membahas wartawan infotainment, ada baiknya kita mengetahui apa itu wartawan dan wartawan infotainment. Wartawan adalah orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Sedangkan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 1996 Pasal 1 dan 3 dengan jelas disebutkan bahwa: “ Kewartawanan ialah pekerjaan/ kegiatan/ usaha yang berhubungan dengan pengumpulan, pengolahan dan penyiaran dalam bentuk fakta, pendapat, ulasan, gambar-gambar dan lain-lain sebagainya untuk perusahaan, radio, televisi dan film”.

Infotainment merupakan gabungan kata dari infotainment dan entertainment. Sama halnya dengan wartawan lainnya, jika wartawan lainnya memberikan informasi publik,  seperti berita politik, kasus korupsi, ekonomi, dan lain sebagainya, wartawan infotainment juga bertugas mencari berita dan disuguhkan kepada khalayak. Hanya yang berbeda dari mereka adalah wartawan infotainment menyajikan hiburan berupa berita mengenai kehidupan orang-orang yang terkenal, terutama yang bekerja pada dunia industri hiburan seperti pemain sinetron, pemain film, penyanyi, dan lain sebagainya. Infotainment memiliki ciri khas penyampaian yang unik.

Infotainment awalnya bermula dari John Hopkins University (JHU), Baltimore, Amerika Serikat. Universitas ini terkenal dengan riset kedokterannya dan aktivisme sosialnya di negara-negara berkembang. Untuk mendukung sukses misi kemanusiaan JHU di bidang kesehatan, JHU membuat konsep yang dapat mengubah perilaku secara positif. Dari konsep tersebut menghasilkanlah infotainment. 

Namun infotainment sekarang ini, lebih mendorong kepada hal-hal yang cenderung negatif. Seperti menyebarkan informasi yang tidak benar atau gosip, dan juga cara pencarian beritanya sering kali melanggar kaidah-kaidah serta kode etik jurnalistik. Hampir semua stasiun televisi menyajikan informasi mengenai kehidupan seorang selebriti. Tayangan infotainment selalu muncul berbarengan dengan adanya produksi sinetron, dan lain sebagainya. Infotainment dijadikan sebagai alat pendongkrak popularitas bagi para selebriti.

Wartawan infotainment selalu dikejar oleh deadline dari perusahaan, mengingat tugasnya adalah mencari berita seputar kehidupan artis, menjadikannya kurang atau tidak mematuhi kaidah-kaidah serta kode etik jurnalistik.Wartawan infotainment sering dianggap melanggar hak kehidupan seseorang atau biasa kita sebut privasi. Karena wartawan infotainment selalu menerobos kode etik jurnalistik dalam menghormati privasi seseorang di setiap siarannya. 

Wartawan infotainment terkadang mencari-cari kesalahan dalam pembuatan berita. Melebih-lebihkan permasalahan seseorang atau dramatisasi, dan juga bisa menjadi api dalam sebuah permasalahan, seperti kasus yang baru-baru ini  melibatkan putra Ahmad Dhani dengan seorang pengacara. Bahkan hingga KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) melayangkan peringatan kepada salah satu stasiun televisi swasta yang hampir setiap hari menyajikan berita antara putra Ahmad Dhani dengan seorang pengacara tersebut.
Wartawan infotainment terkadang suka membesar-besarkan masalah pada permasalahn yang tidak patut untuk di besar-besarkan, karena itu hanya akan memicu kemelut suatu permasalahan yang baru bagi kedua belah pihak.

Wartawan infotainment bahkan tidak di anggap oleh beberapa Aliansi, seperti Aliansi Jurnalistik Independen (AJI), karena mereka tidak menyebarkan informasi publik. Permasalahannya adalah untuk menyandang profesi wartawan, dalam UU No 40/99 Pasal 7(2) menyatakan bahwa “ wartawan memiliki dan menaati kode etik jurnalistik”. 

Sebagian besar wartawan infotainment banyak yang tidak mematuhi dan sering mengabaikan kode etik jurnalistik. Jika kita cermati, dalam penayangan berita infotainment sering kali lebih banyak menonjolkan maalah-masalah pribadi selebritis. Sehingga infotainment tersebut berisikan gosip belaka dan bukan fakta, serta isu-isu yang terjadi pada seseorang. Membuat pemikiran seseorang terhadap orang tersebut menjadi negatif atau lain sebagainya. 

Seperti teori agenda setting sesuai dengan pemikiran peneliti yang menduga bahwa peran media massa cukup besar untuk mempengaryhu pikiran khalayak melalui penekanan berita yang disampaikan. Media massa digunakan sebagai alat untuk mengonstruksi area kognitif audiensnya sehingga mereka mau mengubah pandangan-pandangan yang dianut ataupun meneriman perspektif baru. 

Media infotainment selalu mengulang-ngulang berita gosip, maka akan menumbuhkan pandangan baru bagi khalayak kepada sang selebriti. Memang gemerlap kehidupan seorang selebriti selalu mengundang ketertarikan khalayak. Tapi itu tidak sepatutnya di tayangkan jika sudah mulai melanggar privasi. Privasi seorang selebriti selalu menjadi sorotan yang paling ampuh bagi wartawan infotainment. Ini mengundang ketidak nyamanan bagi semua pihak. Berita yang ditampilkan infotainment selalu mengenai permasalahan kawin, cerai, masalah percintaan, bahkan hingga konflik keluarga sang artis pun turut menjadi makanan bagi pemburu berita yang bergerak di bidang infotainment, bahkan wartawan infotainment lebih tau segalanya dibanding siapa pun. 

Permasalahan yang seharusnya tidak boleh dimunculkan, malah dimunculkan. Terkadang sang artis sendiri merasa risih jika privasi nya sudah di bongkar oleh wartawan infotainment. Banyak artis yang melaporkan wartawan infotainment kepada pihak kepolisian karena merasa hak-haknya diambil oleh mereka. 

Maka dari itu, beberapa aliansi atau lembaga masih memperdebatkan status wartawan infotainment sebagai wartawan karena belum mematuhi kode etik jurnalistik.Seharusnya sebagai wartawan harus bisa bersikap profesional dan juga lebih memahami kode etik atau etika seorang jurnalis. 

Memahami dan menaati kode etik bisa membuat seorang pemburu berita atau wartawan menjadi lebih terorganisir dan terkendali, menjadi lebih profesional dalam pencarian beritanya

Jumat, 14 Maret 2014

Bagaimana Seharusnya Media Berbicara ?

 
Dalam sebuah artikel klasik yang ditulisnya pada tahun 1948 yang berjudul The Structure and Function of Communication in Society, Lasswell menyajikan suatu model komunikasi yang berbentuk sederhana. Model ini sering diajarkan kepada mahasiswa yang baru belajar ilmu komunikasi. Menurut Lasswell komunikasi dapat didefinisikan sebagai :

- Siapa (who)
- Bicara apa (says what)
- Pada saluran mana (in which channel)
- Kepada siapa (to whom)
- Dengan pengaruh apa (with what effect)

Model yang diutarakan Lasswell ini secara jelas mengelompokan elemen-elemen mendasar dari komunikasi ke dalam lima elemen yang tidak bisa dihilangkan salah satunya (Laswell dalam Littlejohn, 1996:334). Model yang dikembangkan oleh Laswell ini sangat populer di kalangan ilmuan komunikasi, dan kebanyakan mahasiswa komunikasi ketika pertama kali belajar ilmu komunikasi, akan diperkenalkan dengan model di atas.

Sumbangan pemikiran Lasswel dalam kajian teori komunikasi massa adalah identifikasi yang dilakukannya terhadap tiga fungsi dari komunikasi massa. Pertama adalah kemampuan kemampuan media massa memberikan informasi yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar kita, yang dinamakannya sebagai surveillance.

Kedua, adalah kemampuan media massa memberikan berbagai pilihan dan alternatif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, yang dinamakanya sebagai fungsi correlation. Ketiga adalah fungsi media massa dalam mensosialisasikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat, yang dalam terminologi Laswell dinamakan sebagai transmission (Shoemaker dan Resse, 1991 : 28-29).

Dalam perkembangannya, Charles Wright menambahkan fungsi keempat yaitu entertainment, di mana komunikasi massa dipercaya dapat memberi pemenuhan hiburan bagi para konsumen dengan dikontrol oleh para produsen (Shoemaker dan Resse, 1991 : 28).

Model Lasswell telah menjadi model komunikasi massa yang melegenda dalam kajian teori komunikasi massa. Maksudnya model Laswell telah banyak digunakan sebagai kerangka analisis dalam kajian komunikasi massa. Karakteristik model Laswell adalah kemampuannya mencatat bagian-bagian yang membentuk sistem komunikasi massa dan serempak pula dapat menggambarkan hasil-hasil yang hendak dicapai oleh komunikasi massa melalui ketiga fungsi yang telah dijelaskan di atas.

Agenda Setting

Masyarakat yang terpelajar telah lama mengetahui bahwa media mempunyai potensi untuk membangun wacana untuk publik. Salah satu dari penulis pertama yang memformulasi ide ini adalah Walter Lippman, seorang wartawan Amerika yang memiliki reputasi tinggi. Lippmann dikenal untuk penulisan jurnalistiknya, pidatonya, dan komentar sosialnya. Lippman menyatakan pandangan bahwa respon publik tidak kepada kejadian yang sebenarnya dalam lingkungan, melainkan “menggambarkan di dalam kepala,” yang dia sebut sebagai pseudoenvironment (Lippman dalam Littlejohn., 1996 : 341).

Fungsi agenda setting dikemukakan oleh Donald Shaw, Maxwell McCombs, dan teman-teman mereka. Menurut mereka:

Bukti-bukti yang penting telah terakumulasi bahwa editor dan penyiar memegang peran yang sangat penting dalam membentuk kenyataan sosial kita ketika mereka menjalani tugas sehari-hari dalam memilih dan menampilkan berita. Pengaruh media massa ini –kemampuan untuk memberi pengaruh perubahan secara kognitif, untuk membentuk pemikiran mereka- telah diberi label sebagai fungsi penetapan agenda dari komunikasi massa.

Di sini mungkin terletak pengaruh yang paling penting dari komunikasi massa, kemampuannya untuk secara mental mengurutkan dan mengorganisir dunia untuk kita. Sigkatnya, media massa mungkin tidak akan berhasil dalam menceritakan kepada kita apa pikiran kita, namun mereka secara besar-besaran berhasil dalam memberi tahu kita apa pikirkan (Shaw dan McCombs dalam Littlejohn, 1996 : 341).

Agenda setting yang kedua adalah proses linier tiga-bagian. Pertama, prioritas dari isu yang akan dibahas dalam media, atau yang dikenal sebagai agenda media, harus ditetapkan. Kedua, agenda media dalam beberapa cara mempengaruhi atau berinteraksi dengan apa yang publik pikirkan, atau agenda publik. Akhirnya ketiga, agenda publik mempengaruhi atau berinteraksi dalam beberapa cara dengan para pembuat keputusan politik yang dianggap penting, atau agenda politik.

Dalam teori yang paling sederhana dan paling langsung, kemudian, agenda media mempengaruhi agenda publik, dan agenda publik mempengaruhi agenda politik. Kejadian di sepanjang akhir kekuasan Orde Baru menjadi bukti yang nyata dari fungsi ini. Tatkala harga-harga kebutuhan pokok semakin melejit dan nilai tukar rupiah merosot, media massa ramai-ramai memberitakan kejadian ini.

Sebagai akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah saat itu juga semakin menipis dan mengakibatkan pemerintahan jatuh.

Meskipun sejumlah studi memperlihatkan bahwa media dapat secara kuat mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi agenda publik, namun ternyata masih belum jelas apakah agenda publik sendiri tidak mempengaruhi agenda media. Hubungan ini bisa jadi dikarenakan lebih sebagai salah satu dari hubungan sebab akibat timbal balik daripada hubungan sebab akibat linier (searah). Lebih jauh lagi, sepertinya kejadian aktual mempunyai pengaruh kepada keduanya, baik agenda media dan agenda publik.

Setidaknya terdapat tiga macam pengaruh penetapan agenda. Pertama adalah derajat seberapa media merefleksikan agenda publik, disebut sebagai representasi. Dalam agenda representasi, publik mempengaruhi media. Kedua, adalah dipertahankannya agenda yang sama oleh publik di semua waktu, yang disebut persistence. Dalam agenda publik persisten, media mungkin memiliki pengaruh yang kecil. Ketiga, terjadi ketika agenda media mempengaruhi agenda publik, disebut sebagai persuasi. Pengaruh jenis yang ketiga di mana media mempengaruhi publik adalah tepat seperti yang diprediksi oleh teori agenda setting (McQuail, 2002 : 456). Ada sebuah pertanyaan mendasar yang menarik untuk dijawab, yaitu siapa yang pada mulanya mempengaruhi agenda media?

Media Adalah Aktor Politik

Melalui proses newsgathering dan produksi berita, audiens akhirnya mendapatkan “akhir” artikulasi tentang apa “yang nyata” dalam urusan politik di sepanjang waktu. Para jurnalis mengkomunikasikan kepada kita “makna” politik (Gerstle dalam McNair,1999:73). Mereka (para jurnalis) memasukan peristiwa dalam kehidupan politik dalam narrative frameworks yang memungkinkan mereka disebut sebagai news stories (McNair,1999:73). Sebuah contoh nyata adalah kekalahan Partai Konservatif di Inggris oleh Partai Buruh, disebabkan karena krisis kepemimpinan di Partai Konservatif dan apresiasi jurnalis terhadap Partai Buruh (McNair,1999:74)

Dalam perkembangan kajian media sebagai aktor politik, maka para jurnalis yang bekerja di media dapat berperan sebagai’pundit’. Istilah ‘pundit’ berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti ‘a learned person or teacher who is not only an authority but also a renowned political figure’ (Nimmo dan Commbs dalam McNair,1999:78). Jurnalis sebagai pundit berarti jurnalis menjadi sumber pembentukan opini dan artikulasi opini, agenda setting dan agenda evaluation (McNair,1999:78). Dari sini dapat disimpulkan bahwa hal yang paling penting adalah jurnalis politik tidaklah partisan namun kredibel (McNair,1999:78).

Prinsip-prinsip Dasar yang Harus Diketahui Wartawan dalam Menulis Berita

Foto Admin (Wartawan Suarasitaronews.com)

 
Ada lima syarat menulis berita, yaitu:
  1. Kejujuran: apa yang dimuat dalam berita harus merupakan fakta yang benar-benar terjadi. Wartawan tidak boleh memasukkan fiksi ke dalam berita.
  2. Kecermatan: berita harus benar-benar seperti kenyataannya dan ditulis dengan tepat. Seluruh pernyataan tentang fakta maupun opini harus disebutkan sumbernya.
  3. Keseimbangan:
    Agar berita seimbang harus diperhatikan:
    1. tampilkan fakta dari masalah pokok
    2. jangan memuat informasi yang tidak relevan
    3. jangan menyesatkan atau menipu khalayak
    4. jangan memasukkan emosi atau pendapat ke dalam berita tetapi ditulis seakan-akan sebagai fakta
    5. tampilkan semua sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan
    6. jangan gunakan pendapat editorial
  4. Kelengkapan dan kejelasan:
    Berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan who, what, why, when, where, dan how.
  5. Keringkasan:
    Tulisan harus ringkas namun tetap jelas yaitu memuat semua informasi penting.
Struktur Berita dan Induk Berita
Judul berita sangat penting untuk mengantarkan pembaca masuk ke dalam berita. Ia digunakan untuk merangkum isi berita kepada pembaca mengenai isi berita. Karenanya, penulisan judul berita hendaknya dibuat dengan mengikuti kaidah penulisan judul berita
Judul berita memiliki beberapa fungsi, yakni untuk menarik minat pembaca; merangkum isi berita; melukiskan “suasana berita”; menserasikan perwajahan surat kabar.
Judul berita sebaiknya sesuai dengan teras berita. Artinya, tidak ada pertentangan antara keduanya. Judul juga sebaiknya memakai kalimat positif serta diusahakan senetral mungkin. Prinsip cover both side (menampilkan dua sisi dalam pemberitaan) diimplementasikan – salah satunya – dalam penulisan judul berita. Selain itu judul berita juga sebaiknya dibuat dengan menggunakan kata-kata yang sederhana dan sejelas mungkin.
Teknik Menulis Teras Berita
Teras berita adalah modal utama seorang reporter untuk menarik minat pembaca sehingga pembaca akan terus tertarik untuk membaca sampai selesai berita yang ditulisnya.
Teras berita yang baik menyampaikan secara ringkas intisari persoalan yang diberitakan. Intisari persoalan adalah fakta yang paling penting dari seluruh fakta dari persoalan itu. Menentukan fakta yang penting adalah sama halnya dengan menentukan nilai berita itu (news value). Pada umumnya sesuatu yang penting itu sekaligus sesuatu yang menarik. Dengan demikian jika penulis telah menemukan fakta terpenting untuk ditampilkan dalam lead, ia tinggal menulis lead itu dengan menarik.
Pedoman untuk menulis teras berita adalah: singkat, spesifik, identifikasi dengan jelas, hindari bentuk pertanyaan atau kutipan, beri keterangan waktu dengan tepat dan keterangan dengan tepat. Adapun jenis-jenis berita adalah: ringkas, kutipan, teras berita menunjuk, pertanyaan, deskripsi, latar belakang, kontras, lead memukul, dan lead aneh.

Teknik Menulis Tubuh Berita
Tubuh berita (news body) merupakan tempat di mana berita terletak. Dalam tubuh beritalah pembaca dapat mengetahui berita yang sesungguhnya, dalam arti bukan rangkuman. Karena tubuh berita menyimpan informasi yang penting, tubuh berita hendaknya ditulis semenarik mungkin, sehingga mampu membuat pembaca terus membaca berita tersebut, namun dengan tetap menjaga keringkasan berita (karena ruang yang terbatas dalam surat kabar).
Tubuh berita dapat disusun dengan susunan piramida terbalik, dengan susunan kronologis, maupun dengan susunan di mana informasi penting diletakkan di belakang.
Selain teknik penyusunan tubuh berita, membuat berita yang baik juga dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kesatuan tubuh berita. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengulangi kata-kata kunci; memakai kata maupun frase transisi yang tepat serta menyusun struktur berita dengan benar dan mengalir.
Di samping itu kekuatan tubuh berita dapat pula dibangun dengan menyertakan kutipan, baik langsung maupun tidak langsung, dari sumber berita; menyertakan nama/jabatan sumber berita (attribution); memberi identifikasi yang jelas tentang siapa sumber berita serta menyertakan latar belakang berita. 

Penerapan Penulisan Berita
Setelah mendapatkan fakta-fakta secara lengkap di lapangan, maka pekerjaan berikut adalah menuangkannya ke dalam tulisan yang sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang baik. Pada bagian ini Anda telah mempelajari apa yang harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan tulisan jurnalistik, yakni: melaporkan secara menyeluruh, menuliskannya secara sistematis dan berstruktur, menggunakan tata bahasa yang benar dan tepat, hemat, serta menghadirkan intensitas dan warna. Tiga hal yang disebutkan belakangan dapat terpenuhi jika Anda menerapkan prinsip-prinsip bahasa jurnalistik. Terakhir, sebelum Anda menerbitkan tulisan Anda, pertimbangkan akan ketentuan hukum yang berkaitan dengan dunia pers dan kode etik akan menjadikan Anda seorang wartawan yang bijaksana. 

Analisis Tulisan
Setelah mengamati dan menganalisis contoh tulisan jadi yang disiarkan media massa, Anda dapat merasakan betapa sebenarnya tidak mudah untuk membuat tulisan yang baik. Kurangnya informasi yang digali dari lapangan, menyebabkan tidak jelasnya laporan yang ditulis. Informasi yang lengkap pun belum tentu dengan sendirinya menjamin laporan yang dibuat akan baik. Pengabaian prinsip-prinsip penulisan yang dibahas di awal modul ini juga akan membuat laporan yang dihasilkan kurang sempurna. Jebakan lain yang mungkin kurang disadari penulis adalah berlebihnya hasil reportase sehingga penulis merasa sayang untuk membuang keterangan yang tak perlu.
Contoh tulisan ini sengaja tidak diperbaiki secara keseluruhan tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Hal ini pertama karena tidak cukupnya keterangan atau fakta untuk membuat perbaikannya karena contoh ini memang diambil dari media massa sehingga berkas laporan reporter atau hasil wawancara dengan narasumber tidak ada kedua, agar tulisan tersebut dapat dijadikan bahan latihan bagi Anda.

JURUS MENULIS CERPEN GENRE SASTRA HIJAU bersama MAS RAGHIEL

1. Apakah Sastra Hijau? Disebut pula sebagai ekokritisisme (ecocritism). Yaitu, Konsep kearifan ekologi dipadukan ke dalam karya sastra, demikian pendapat Cheryll Glotfelty dan Harold Fromm. Sastrawan Indonesia, Ahmad Tohari, menyebut Sastra Hijau sebagai Sastra Imani, yaitu sastra yang mampu meningkatkan kesadaran hidup bergantung pada alam (bumi dan seluruh isinya). Kesimpulannya, Genre Sastra Hijau ditulis untuk melestarikan bumi serta isinya. Khususnya hutan tropis dan lingkungan hidup manusia. Gerakan Sastra Hijau mulai gencar ditulis pada tahun 70-an, di negara-negara yang masyarakatnya peduli lingkungan. Misalnya di Brazil, Australia dan Amerika. Walau sebetulnya, Sastra Hijau telah ditulis sejak puluhan tahun yang lalu di berbagai benua.

2. Mengapa melalui Sastra? Salah satu upaya penyelamatan bumi melalui proses penyadaran bisa dilancarkan melalui gerakan budaya (cultural) terutama dengan memanfaatkan kekuatan sastra, baik dalam bentuk prosa maupun puisi. Kelebihan dan keunggulan sastra, ia memiliki potensi yang ampuh dalam menyadarkan hati nurani manusia sejagat, tanpa harus bernada menggurui atau propaganda yang terlalu bombastis.

3. Apa sumber utama inspirasi untuk menulis Sastra Hijau? Menjadikan Bumi dan isinya sebagai inspirasi, kekaguman dan sekaligus keprihatinan. Intinya, pemulian, pemulihan, pelestarian (penyatuan antara manusia dan alam serta isinya, didukung kemahaan penciptaNya. Maka tepat pula ditegaskan bahwa Sastra Hijau mengandung unsur Sastra Profetik, Sastra Kenabian.

4. Bagaimana caranya Sastra Hijau untuk menulis cerita pendek (cerpen)? Tidak ada bedanya dengan menulis cerpen biasanya. Hanya, ruhnya yang warnanya lain, yaitu ruh Sastra Hijau, seperti yang telah dipaparkan pada Butir 1 – 3.

5. Apa itu cerpen? Karya fiksi, rekaan atau dipadu dengan fakta, ditulis pendek. Cerpen yang ditulis untuk mengikuti Lomba Menulis Cerpen Perhutani Green Pen Award, standarnya sebagai berikut:
• Panjang Cerpen: 2.000 – 5.000 kata (4 – 10 halaman kertas A4, jarak 1,5 spasi, huruf Times New Roman
• Gaya penyajian bebas (jika mungkin inovatif)
• Diperbolehkan disisipi puisi atau ditulis dengan bahasa liris
• Menyelesaikan masalah (tidak harus happy ending)

6. Apa standar sebuah cerpen? Cerpen yang idel mengandung 7 (tujuh) elemen yaitu: Plot, Sudut Pandang (gaya bercerita menggunakan orang pertama, orang kedua atau orang ketiga) , Tokoh (Pelaku), Dialogis (isinya dapat ditangkap pembacanya), Konflik (internal dan external), Setting (tempat dan waktu) dan Mood (suasana hati/atmosfir) Mood (suasana hati/atmosfir)

7. Apa keunikan dari Sastra Hijau? Menulis Sastra Hijau sungguh menarik dan unik, karena pelakunya tidak harus manusia. Semua benda, unsur-unsur semesta atau makluk hidup yang ada di atas bumi bisa dijadikan tokoh. Misalnya, gergaji pemotong kayu, banjir, tsunami, angin, daun, sungai, burung, pohon, tanaman hias dan sebagainya. Setting juga bebas, menggunakan bumi dan lingkupnya. Dapat disimpulkan Sastra Hijau merupakan ‘potret’ lengkap yang melingkupi kehidupan manusia dan seluruh ciptaanNya. Sumber inspirasnya berada di mana-mana, bahkan dalan nafas manusia dan makluk hidup lainnya.

8. Bagaimana soal setting? Setting tempat, gunakan hutan atau lingkungan hidup sekitar kita. Setting waktu, bebas, yang penting logis dan runtut.

9. Apa saja modal yang diperlukan untuk menulis Sastra Hijau? Ide cerita nengacu pada konsep Sastra Hijau, dipadu imajinasi, gunakan diksi sesuaikan dengan konsep Sastra Hijau. Jangan lupa terapkan 7 (tujuh) elemen cerpen. Langkah selanjutnya, mantapkan dalam mengolah konflik hingga menciptakan dramatic art. Usahakan, lakukan inovasi gaya bercerita dan penyajiannya

10. Langkah apa yang perlu dilakukan agar menulis cerpen bisa lancar? Pertama, buat konsep dulu, mengacu pada 7 (tujuh) elemen cerpen. Himpun bahan yang akan ditulis dan renungkan. Jika mengalami kebuntuan, berhenti sejenak atau membaca referensi. Baru, kemudian melanjutkan menulis. Cari waktu yang paling menyenangkan untuk menulis atau menulis pada saat waktu yang Anda anggap produktif, yang disebut jam-jam emas (the golden time).

11. Bagaimana dengan penciptaan judul? Berdasarkan teori creative writing, rumus judul sebagai berikut:
• Harus catchy (menarik,mudah diingat)
• Terdiri 1 – 5 Kata
• Pilih kata-kata yang tepat dan kuat
• Kalau perlu kontroversial
• Bahasa liris dan diksi yang kuat
• Contoh:
• 1. Lukisan Luka Garba Bunda
• 2. The Song of Spring
• 3. Rainbow on Your Eyes
• 4. Menembus Penjara Kabut

12. Apa bedanya judul dengan kalimat? Kalimat adalah kumpulan kata yang mengandung 1 (satu) makna. Sedangkan judul, bisa terdiri dari satu kata atau lebih dari satu kata, mengandung multimakna.

13. Unsur apa saja yang harus dihindari agar cerpen yang kita tulis menarik?
• Cerita tidak bertele-tele
• Materi cerita bukan jiplakan atau mengekor yang sudah ada (sebaiknya original)
• Alur tidak acak-acakan (buat mengalir atau disebut flowing)
• Isi tidak menggurui
• Tidak banyak menggunakan jargon atau istilah-istilah asing
• Tidak ditulis dengan kalimat panjang (kalimat yang ideal 8 – 12 kata)
• Teliti dalam penggunaan tanda baca

14. Tips memenangi Lomba Menulis Cerpen antara lain:
• Baca teliti pengumumannya dan laksanakan persyaratan yang ditetapkan
• Persiapkan materi cerita yang akan ditulis
• Ciptakan cerita karya asli, menarik, memberi pencerahan dan inovatif
• Tidak menjiplak karya orang lain
• Kirimkan naskah cerita Anda jauh waktu sebelum deadline/penutupan lomba, dengan penuh percaya diri
• Hindari menghubungi panitia
• Tanamkan prinsip: Kalah dan menang bukan tujuan utama, melainkan: Berkarya untuk Pencerahan Pelestarian Bumi – inilah Pemenang Sejati
 
Selamat berkarya dan berprestasi.
Salam Sastra Hijau

Seni Menulis Agar Lebih Rapi Dan Mudah Di Baca


Pendahuluan
Good writing is purposeful, its says something and says it correctly
Good writing has “voice and “energy
Good writing is thoughtful and thought provoking
Good writing communicates an important message clearly to intended audience
Good writing expresses the writer self honestly and evokes a personal response in the reader
(Christopher C. Burnham) 

Pernyataan di atas hanyalah merupakan sebagian dari penilaian bobot tulisan yang baik, antara lain: bermisi, menyuarakan sesuatu (kebenaran) dan memompakan semangat, mengajak pembaca berpikir dan bertindak, mengkomunikasikan pesan yang jelas di samping mengekspresikan pendapat/pemikiran penulis mengenai sesuatu hal yang akan mengundang respon/reaksi pembacanya.. Bagi kita, deretan bobot tersebut harus ditambah dengan kata: laku dijual (selling well). Sebab, kita menulis untuk tujuan suatu industri yaitu bermisi (75%) ‘making money. Bahkan kalau mungkin, tulisan kita bisa dijadikan ‘money machine(mesin uang), mengapa tidak?. Sebab, kita menulis untuk majalah komersil. Saya pernah menjalaninya selama delapan tahun, ketika saya bekerja di Majalah Wanita “Kartini dan kemudian memimpin Majalah “Jakarta-Jakarta Tetapi saya melihat, bagaimana pun, Majalah “Trubus masih mengemban misi idealis. Saya mengenal “Trubus sejak tahun 1976 ketika penampilannya masih ‘sangat lugu (tidak semewah sekarang ini) dan terbit (kalau tidak salah) bulanan. Sekarang, “Trubus menjadi majalah mingguan..

Menulis Cepat
Menjadi penulis untuk sebuah majalah mingguan dituntut mampu menulis cepat, walau tidak seberat wartawan sebuah harian. Cepat di sini dalam arti tidak bisa bersantai-santai menunggu ‘in the good-mood apalagi menanti datangnya inspirasi. Yang diwajibkan adalah: berpikir dan bertindak cepat dan tepat (akurat). Sebab akan tidak bermanfaat apabila bertindak cepat tetapi tidak tepat (salah/tidak akurat). Kesalahan dalam menulis untuk mass media-cetak (majalah, koran atau tabloid) akan menimbulkan kerugian antara lain:

(1) Memberi informasi yang salah kepada pembaca
(2) Menurunkan bobot majalah dan 
(3) Bila fatal akan mengakibatkan polemik (mengundang pro dan kontra).

Ketiga faktor ini biasanya membuat manajemen resah, karena akan merugikan kinerja perusahaan.
Oleh karena itu, agar bisa menulis secara cepat dan tepat, diperlukan strategi proses menulis yang sistematis dan dinamis. Strategi ini bisa ditempuh melalui:

1.Merumuskan dahulu (dengan masak-masak) materi tulisan yang akan ditulis/digarap, sesuai dengan hasil rapat redaksi (tentunya menarik untuk pembaca dan punya selling point tinggi)

2.Mendata point-point materi yang akan ditulis melalui: membaca literature, survei/riset lapangan, mencari narasumber (wawancara) dan eksperimen (bila diperlukan)

3.Penjabaran point-point Butir 2
 
4.Menganalisis materi yang akan ditulis
 
5.Menulis, termasuk mengedit disesuaikan dengan jatah kolom/halaman yang akan memuat tulisan yang digarap

Proses Menulis Cepat
Materi yang bisa ditulis cepat pada umumnya berupa reportase dan artikel yang sifatnya informasi (bukan esei). Maka dari itu, artikel yang ditulis:

1.Benar-benar informatif membawa pesan jelas (komplit).
 
2.Sebagai daya tarik tulisan itu haruslah mampu menyuarakan/menyampaikan sesuatu yang diperlukan pembaca.
 
3.Cara atau gaya penyampaiannya bersifat provokasi (dalam arti positif).
 
4.Media untuk menyampaikannya adalah bahasa yang sesuai dengan misi majalah dan sasaran pembacanya. Majalah “Trubus  adalah majalah spesifik walau tidak terlalu segmented. Tentunya, bahasa yang dipergunakan tidak sama dengan bahasa untuk majalah berita (politik). Demikian pula jargon-jargonnya.
Seseorang mampu menulis dengan cepat dan tepat apabila yang bersangkutan menguasai tiga hal yaitu: <> 

1.Memahami materi yang akan ditulisnya
 
2.Menguasai bahasa yang dipergunakan untuk menuliskan materi
 
3.Disiplin (mentaati dead-line).
Tanpa ketiga hal tersebut di atas, menulis cepat dan tepat akan sulit diwujudkan.
Mereka yang tidak sanggup akan merasa stress atau bekerja dalam tekanan. Akibatnya, kepala jadi pusing, perut mual dan kadang jadi pemarah dan ini akan menganggu rekan-rekannya produktif. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, setiap orang yang ingin bisa menulis cepat hendaknya melakukan aktivitas yang sifatnya membantu kelancaran menulis yaitu dengan:

1.Banyak pembaca literature yang ada kaitannya dengan materi-materi yang akan ditulis
 
2.Terus menerus memperkaya kosa-kosa dari sumber berbagai bacaan dan rajin membaca kamus, khususnya kamus spesial yang ada kaitannya dengan misi majalah yang digarapnya. Misalnya, untuk menulis di Majalah “TrubusEperlu banyak membaca Kamus Biologi, Pertanian dan sejenisnya (maaf saya tidak begitu paham). Juga, menguasai istilah asing untuk nama-nama flora dan fauna.
 
3.Tidak suka menunda pekerjaan. Sebab, mereka yang suka menunda pekerjaan biasanya menjadi ‘malas menulis.
 
4.Taati deadline dengan cara bekerja tepat waktu dan mengurangi banyak bicara dengan rekan-rekan sekitar
 
5.Banyak praktik menulis untuk mengasah daya pikir dan ketrampilan proses menulis.
 
6.Temukan jam produktif menulis bagi diri masing-masing. Saya pribadi (setelah menjadi penulis lepas), biasa menulis produktif mulai pukul 03.00 (dini hari) sampai pukul 10.00, kemudian tidur sepanjang hari. Mulai produktif lagi pada pukul 16.00 -22.00, tetapi saya pergunakan untuk membaca. Di sela-sela membaca saya suka telepon teman atau SMS sebagai selingan/hiburan. Bila sepanjang hari ada acara, saya menulis hanya dari pukul 03.00 -E06.00. Di perjalanan saya suka membaca, sampai berjam-jam dan sampai di rumah (kalau tidak lelah) saya menulis.
 
7.Melakukan kegiatan menulis dengan semboyan writing for fun bukan menganggap writing is burden. Saya pribadi punya semboyan writing is paradise. Saya beranggapan demikian karena saya sangat mencintai dunia menulis sepertihalnya saya sangat suka membaca.

Menulis dalam Kepala
Saya mendapat istilah ‘menulis dalam kepala ketika belajar creative writing di Australia. Proses ini disebut mapping-mind. ‘Menulis dalam kepala (MDK) menurut pengalaman saya sangat cocok diterapkan oleh mereka yang dituntut menulis cepat. Hal ini ditegaskan oleh pengalaman Gary Provost yang menulis buku laris berjudul 100 Ways To Improve Your Writing.

Gary Provost mantan wartawan harian terkemuka di AS, kemudian menjadi wartawan lepas karena berambisi menulis buku (yang memerlukan waktu banyak untuk memcari bahan dan menulis) tentang pengalamannya sebagai wartawan. Ia menegaskan, hanya orang-orang yang bisa menulis cepat dan tepat yang bisa menjadi wartawan dan penulis yang baik dan produktif. Salah satu resepnya untuk menjadi penulis cepat dan tepat adalah melakukan MDK. Ini bisa dilakukan di mana saja, termasuk di perjalanan sambil mengemudi mobil. Asalkan, dilakukan dengan tanpa tekanan, tanpa beban, sehingga menyenangkan (termasuk tidak menganggu konsentrasi mengemudi mobil).

MDK bisa dilakukan dengan lancar apabila yang menjalankannya dengan senang, rileks dan menganggap itu suatu kebutuhan hidup. Maka dari itu, meskipun tidak sedang di depan mesin tulis, maka berlaku/bertindak seperti sedang di depan mesin tulis. Yang dilakukan antara lain:

1.Membuat/menentukan judul
2.Menentukan plot tulisan
3.Menganalisa hal-hal yang perlu ditonjolkan dalam tulisan
4.Membuat kesimpulan
5.Memikirkan strukur
6.Mereka-reka gaya bahasa
7.Memikirkan panjang tulisan

Ketujuh unsur ini bila digarap matang, maka begitu berada di depan mesin tulis langsung bisa on (menulis). Pengalaman saya, menulis beberapa buku saya selesaikan melalui MDK dalam perjalanan saya yang panjang (kebetulan saya suka traveling) dan pada saat-saat saya menikmati suatu pemandangan atau duduk-duduk sambil makan (saya kebetulan suka makan dan menikmati pemandangan indah khususnya laut, pegunungan dan langit). Tempat-tempat tersebut bagi saya sangat inspiratif.

Menghadapi Blocking
Kegiatan menulis adalah aktivitas yang terdiri lima rangkaian yaitu:
1.Menggunakan pikiran (konsentrasi tinggi)
2.Mengimplementasikan pengetahuan
3.Suasana hati indah (good feelings/in the good mood)
4.Kondisi tubuh yang fit
5.Tempat kerja yang nyaman

Bila kelima unsur tersebut terpenuhi, proses menulis biasanya berjalan lancar. Sayangnya, keadaan tidak selalu bisa demikian ideal. Banyak hal yang membuat kelima t unsur itu tidak bisa menyertai pada waktu kita menulis. Akibatnya, terjadi blocking proses menulis tiba-tiba mandeg. Blocking disebut pula ‘mampet  sehingga sulit menulis.


Agar Tetap In The Mood
Agar tetap in the mood sebagai penulis cepat, maka perlu memposisikan diri sebagai penulis yang produktif. Maksudnya, penulis yang mampu menulis sesuai dengan tugas yang diberikan. Kuncinya, harus senantiasa memposisikan diri di track penulis cepat dengan bekal:

1.Terus mengembangkan dan memperluas wawasan pengetahuan yang diperlukan untuk menulis cepat. Cara yang paling baik adalah membaca buku-buku yang ada kaitannya dengan materi tersebut.
2.Banyak bergaul (mingle) dengan para pakar dan praktisi yang ada kaitannya dengan Butir 1, agar dapat menghasilkan karya yang menarik (disukai pembaca)
3.Meningkatkan kemampuan menulis (berikut editing) melalui praktik k menulis dan membaca tulisan penulis senior yang Anda anggap baik (idola)
4.Meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa (multi bahasa) untuk memperkuat gaya penulisan
5.Mau menerima kritik, saran dan pelatihan-pelatihan penulisan (writing-workshop)
6. Menjaga kesehatan secara optimal agar tahan menulis berjam-jam atau menulis dalam kondisi tekanan (dikejar dealine).
7.Jangan jemu-jemu ber-MDK

Selamat menulis cepat.
Anda sering gagal melamar pekerjaan???

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2011/03/seni-menulis-agar-lebih-rapi-dan-mudah.html
WZ♥87
Anda sering gagal melamar pekerjaan??? Atau surat cinta anda sering ditolak??? Atau anda sering mendapat nilai jelek di pelajaran mengarang padahal anda merasa isinya sudah bagus??? Mungkin ada yang kurang dari tulisan anda, apa itu??? KEINDAHAN Berikut ini adalah langkah-langkah untuk belajar menulis dengan indah, mungkin sedikit perlu latihan dan agak sulit pada percobaan pertama. Tapi saya jamin, anda akan tersenyum sendiri ketika anda melihat hasil jerih payah anda. Berikut ini 12 kriteria tulisan anda dapat dikatakan bagus : 1. Tulisan anda baik jika pola ovals dan garis sejajar selalu sama 2. Penulisan semua huruf kecil dimulai dari atas 3. Semua goresan ke bawah parallel 4. Semua huruf yang sejenis mempunyai tinggi yang sama 5. Semua goresan ke bawah mempunyai jarak yang sama 6. Jarak spasi antar kata adalah selebar huruf "o" 7. Tinggi garis ke bawah dan keatas pada huruf berekor tidak lebih tinggi dari 2x huruf kecil, lebih baik sedikit lebih pendek 8. Huruf kapital tudak lebih tinggi dari huruf berekor, lebih baik sedikit lebih pendek 9. Garis penulisan antara baris pertama dan kedua mempunyai jarak yang cukup, jangan sampai bersentuhan! 10. Huruf yang berakhir di atas segaris horizontal dengan hutuf yang lain 11. Huruf yang berakhir di bawah mempunyai sudut diagonal yang sama 12. Huruf yang berakhir dengan guratan ke arah kiri lebih baik tidak digabung Kalo tulisan anda kurang bagus munkin anda melakukan kesalahan-kesalahan ini: Menekan pulpen atau pensil terlalu keras Pergelangan tangan menempel di meja. Walaupun nyaman, dengan cara ini tulisan anda menjadi tidak stabil dan tidak bisa mengeluarkan tulisan terbaik. Menulis dengan menggerakkan jari dan pergelangan tangan Otot bahu anda tidak bergerak dan hasilnya seperti ini Jadi bagaimana? Berikut ini adalah beberapa aturan yang harus anda pegang untuk mengahasilkan tulisan yang bagus : 1. Yang menulis adalah otot bagian belakang bahu, jari tidak boleh bergerak, terlebih pergelangan tangan anda, bayangkan tangan anda seperti mesin ketik.presisi 2. Latih tangan anda dengan meletakkan tangan anda di udara, kemudian seolah olah menulis di papan tulis. Ingat! jari dan pegelangan tangan tidak boleh bergerak, gunakan otot bahu anda. Lakukan sampai anda terbiasa. 3. Jika anda sudah mulai terbiasa mulailah lakukan latihan ini. Tujuannya agar tulisan anda seperti mesin fotokopi. Selalu sama

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2011/03/seni-menulis-agar-lebih-rapi-dan-mudah.html
WZ♥87
Anda sering gagal melamar pekerjaan??? Atau surat cinta anda sering ditolak??? Atau anda sering mendapat nilai jelek di pelajaran mengarang padahal anda merasa isinya sudah bagus??? Mungkin ada yang kurang dari tulisan anda, apa itu??? KEINDAHAN Berikut ini adalah langkah-langkah untuk belajar menulis dengan indah, mungkin sedikit perlu latihan dan agak sulit pada percobaan pertama. Tapi saya jamin, anda akan tersenyum sendiri ketika anda melihat hasil jerih payah anda. Berikut ini 12 kriteria tulisan anda dapat dikatakan bagus : 1. Tulisan anda baik jika pola ovals dan garis sejajar selalu sama 2. Penulisan semua huruf kecil dimulai dari atas 3. Semua goresan ke bawah parallel 4. Semua huruf yang sejenis mempunyai tinggi yang sama 5. Semua goresan ke bawah mempunyai jarak yang sama 6. Jarak spasi antar kata adalah selebar huruf "o" 7. Tinggi garis ke bawah dan keatas pada huruf berekor tidak lebih tinggi dari 2x huruf kecil, lebih baik sedikit lebih pendek 8. Huruf kapital tudak lebih tinggi dari huruf berekor, lebih baik sedikit lebih pendek 9. Garis penulisan antara baris pertama dan kedua mempunyai jarak yang cukup, jangan sampai bersentuhan! 10. Huruf yang berakhir di atas segaris horizontal dengan hutuf yang lain 11. Huruf yang berakhir di bawah mempunyai sudut diagonal yang sama 12. Huruf yang berakhir dengan guratan ke arah kiri lebih baik tidak digabung Kalo tulisan anda kurang bagus munkin anda melakukan kesalahan-kesalahan ini: Menekan pulpen atau pensil terlalu keras Pergelangan tangan menempel di meja. Walaupun nyaman, dengan cara ini tulisan anda menjadi tidak stabil dan tidak bisa mengeluarkan tulisan terbaik. Menulis dengan menggerakkan jari dan pergelangan tangan Otot bahu anda tidak bergerak dan hasilnya seperti ini Jadi bagaimana? Berikut ini adalah beberapa aturan yang harus anda pegang untuk mengahasilkan tulisan yang bagus : 1. Yang menulis adalah otot bagian belakang bahu, jari tidak boleh bergerak, terlebih pergelangan tangan anda, bayangkan tangan anda seperti mesin ketik.presisi 2. Latih tangan anda dengan meletakkan tangan anda di udara, kemudian seolah olah menulis di papan tulis. Ingat! jari dan pegelangan tangan tidak boleh bergerak, gunakan otot bahu anda. Lakukan sampai anda terbiasa. 3. Jika anda sudah mulai terbiasa mulailah lakukan latihan ini. Tujuannya agar tulisan anda seperti mesin fotokopi. Selalu sama

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2011/03/seni-menulis-agar-lebih-rapi-dan-mudah.html
WZ♥87